M / 23 Zulhijjah 1442 H

Artikel

Peningkatan Minat Belajar Geografi Melalui Distance Learning

Tanggal : 08-11-2019 14:28, dibaca 780 kali.

Responsive image

BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1 Latar Belakang
Zaman dalam tataran social berubah secara dinamis mengikuti dinamika manusia yang senantiasa menginginkan perubahan. Beberapa tatanan yang dianggap penting dan menjadi pembeda anatara manusia dengan makhluk hidup lainnya kadang terganggu kegaduhan yang ditimbulkan oleh dinamika lain. Pendidikan, khususnya pendidikamun formal yang berkarakteristik sebagai tatanan yang relatif permanen pun menjadi aspek terkena dampak dinamika perubahan social. Akselerasi perubahan yang paling dominan yang dirasakan manusia sebagai hasil budaya manusia saat ini adalah teknologi yang semakin mendekatkan jarak. Nyaris, hamper semua aspek kehidupan menggunakan teknologi informasi dalam mempercapat komunikasi dan memperpendek jarak melalui jaringan.
Generasi muda sebagai peserta didik di institusi paedagogik formal (persekolahan) yang terbiasa ternyamanakan (convenient) oleh jejaring, sepertinya kehilangan minat untuk berkutat terlalu lama disuatu tempat, kecuali dengan gdget mereka. Masalah besar pendidikan formal yang memiliki standar lulusan yang sudah ditentukan sebelumnya adalah bagaimana menjadikan mereka mau mengoptimalisasikan kesempatan dan kemampuannya digadget dengan konten yang bersejajaran dengan kepentingan persekolahan, khususnya yang berhubungan dengan standar isi dan standar proses dalam pendidikan dilevelnya. Harapannya, tentu saja mereka tersadarkan, termotifasi, terstimulan minatnya untuk melakukan akfitas gadget mereka dengan konten-konten pembelajaran berbagai jenis mata pelajaran, terkhusus yang memerlukan dan urgen untuk senantiasa hadir dalam tampilan pembelajaran yang kontekstual, salah satunya Mata Pelajaran Geografi.
Berbagai perangkat keras teknologi pun disuguhkan menjadi peraga agar materi pembelajaran semakin hadir dan menjadi fokus perhatian peserta didik dalam pembelajaran. Saat ini berbagai bentuk alat peraga itu dapat dihadirkan dalam bentuk pembelajaran yang bisa menghadirkan peraga tersebut dalam bentuk teks, grafik, table, audio, gambar ataupun video. Salah satunya sudah menjadi familiar sejak Tahun 2005 yang lalu adalah Microsoft Encyclopedia. Sayang, aplikasi ini, jika ingin bersifat interaktif memerlukan cost khusus untuk jangkauan kemampuan institutional. Dengan kehadiran Google Classroom, Edmodo, Youtube Tutorial Quipper dan sejenisnya , maka distance learning pun, menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang selain merasuk pada habit milenia yang diduga bisa menstimulan minat perta didik dalam mempelajari berbagai kompetensi dasar yang menjadi tuntutan pada stiap mata pelajaran.
Berdasarkan pada latar belakang realitas diatas serta kerangka berpikir konseptuap yang dimiliki penulis sebagai pendidik Geografi salah satu SMA, maka penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian Tindakan kelas tentang “Upaya Peningkatan Minat Belajar Geografi Melalui Distance Learning berupa blog, facebook, quipper dan youtube pada Siswa Kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi Tahun 2019.”

1.2 Rumusan Masalah
“Apakah Distance Learning berupa blog, facebook, quipper dan youtube bisa meningkatkan Minat Belajar Geografi Siswa Kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi Tahun 2019?”
 
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini ditujukan agar penulis senantiasa mencari formulasi pemebelajaran Mata Pelajaran Geografi di SMA yang bisa menempati ruang keingin tahuan peserta didik, sehingga perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku yang diharapkan dalam stndar isi yang berkenaan dengan mata pembelajaran Geografi dapt terlaksana dalam proses belajar yang menyenangkan.
 
1.4 Manfaat Dan Hasil Penelitian
a. Siswa : “Siswa menjadilebih respek, bahkan menjadi bagian dari gelombang gegnerasi yang mencintai, bahkan bertekad menjadi bagian dari sejarah pengembangan Geografi sebagi Ilmu Pengetahuan yang seksi dan niscaya harus dimiliki kompetensinya.”
b. Guru : “Meningkatkan kreatifitas untuk menciptak situasi dan kondisi belajar yang menyenangkan peserta didiknya.”.
c. Sekolah : “Menjadi bagian dari pmenuhan standar-standar Nasional pendidikan yang relevan, khususnya standar proses dan lulusan.”
d. Pengembangan Kurikulum : Menjadi bagian dari diagnosa awal bagi Pengembangan Kurikulum dimasa yang akan dating.” 
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TINDAKAN
 
2.1 Peningakatan
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) arti kata peningkatan adalah proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb). Jadi peningkatan adalah lapisan dari sesuatu yang kemudian membentuk susunan, peningkatan berarti kemajuan, penambahan keterampilan dan kemampuan agar menjadi lebih baik.
Adapun pengertian peningkatan yang dimaksudkan dari judul penelitian ini memiliki arti yaitu usaha untuk membuat minat belajar siswa menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Cara peningkatan minat belajar tersebut dilakukan dengan penggunaan distance larning.
2.2. Minat
Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertatik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi Suryabrata, 1988 : 109 ). Menurut Crow and Crow minat adalah pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang, sesuatu, aktivitas-aktivitas tertentu. ( Johny Killis, 1988 : 26 )
Berdasarkan pendapat Crow and Crow dapat diambil pengertian bahwa individu yang mempunyai minat terhadap belajar, maka akan terdorong untuk memberikan perhatian terhadap Belajar tersebut.
 
2.3 Belajar
Menurut Hilgard (Suryabrata, 2001:232) menyatakan belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perbuatan yang ditimbulkan oleh lainnya.
Selanjutnya menurut Gerow (1989:168) mengemukakan bahwa “Learning is demonstrated by a relatively permanent change in behavior that occurs as the result of practice or experience”. Belajar adalah ditunjukkan oleh perubahan yang relatif tetap dalam perilaku yang terjadi karena adanya latihan dan pengalaman-pengalaman.
Merujuk pada kedua pendapat diatas serta Taksonominya Bloom, maka dapat diberikan pengertian tentang belajar sebagai Latihan atau pengalaman-pengalaman yang khas yang disengaja yang menimbulkan perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku yang relatif tetap.
2.3 Distancce Learning 2)
Distance learning, merupakan bidang pendidikan yang berfokus pada pengajaran dan andragogy, teknologi, dan instruksi desain sistem yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada siswa yang tidak secara fisik "pada situs". Rather than attending courses in person, teachers and students may communicate at times of their own choosing by exchanging printed or electronic media, or through technology that allows them to communicate in real time and through other online ways. Ini memungkinkan guru dan siswa untuk berkomunikasi secara real time dan melalui cara online.
Tersedia jenis teknologi yang digunakan dalam distance learning, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: sinkronis dan asynchronous. Synchronous technology is a mode of online delivery where all participants are "present" at the same time. Teknologi yang sinkronis adalah modus online pengiriman dimana semua peserta adalah "hadir" pada saat yang bersamaan. Requires a timetable to be organized. Membutuhkan waktu untuk berorganisasi. Asynchronous technology is a mode of online delivery where participants access course materials on their schedule. Asynchronous teknologi adalah modus online di mana peserta penyampaian materi kuliahnya akses pada jadwal mereka. Students are not together at the same time. Siswa tidak bersama pada saat yang bersamaan. Contohnya melalui telepon, videoconferencing, dan web conferencing. Sedangkan sinkronis belajar merujuk kepada sekelompok orang belajar hal-hal yang sama pada waktu yang sama di tempat yang sama. This is the type of pedagogy practiced in most schools and undergraduate programs, but not in graduate programs. Ini adalah jenis pengajaran yang dipraktikkan di sebagian besar sekolah dan sarjana program, tetapi tidak di program pascasarjana. Lecture is an example of synchronous learning. Kuliah ini merupakan contoh sinkronis belajar. But, with the advent of web conferencing tools, people can learn at the same time in different places as well. Tetapi, dengan kedatangan web conferencing alat, orang dapat mempelajari pada waktu yang sama di tempat berbeda juga. Contohnya audiocassette, videocassette, email, papan pesan forum, materi cetak dan pesan suara/fax.
 











BAB III
METODE PENELITIAN
 
3.1 Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabu yang berlokasi di di Jl. R.H. Didi Soekardi No. 124 Kota Sukabumi.. Jumlah siswa 17 orang, dengan latar belakang sosial ekonomi yang heterogen.
 
3.2 Persiapan Penelitian
Untuk memperlancar pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, kami telah mempersipkan instrumen dan penilaian.
 
3.3 Siklus Penelitian
PTK ini menggunakan dua kali siklus, yaitu
Siklus pertama yang meliputi :
A. Pendahuluan
Mempersiapakan konsep materi yang akan dijadikan bahan pembelajaran yaitu :
3.1 Memahami konsep wilayah dan pewilayahan dalam perencanaan tata ruang
wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota
Indikator :
Mencari informasi tentang konsep wilayah, pembangunan, dan tata ruang melalui berbagai sumber/media
 
B. Langkah Utama
1). Guru membagikan alamat jejaring yang terdapat di UKBM Geografi Semester 5 yang relevan dengan Indikator :
Alternative : www.adefathurahman.blogspot.com
https://www.youtube.com/watch?v=MoBIi7c_iHE
https://www.youtube.com/channel/UCYhK_tXp2ENLdLVdBbSGf1Q/videos
https://web.facebook.com/groups/geografismanegeri1sukabumi/
https://link.quipper.com/id/organizations/5538c55b87df07000301b868/classes/5d4b907a8824df342c00003a?active_assignment=5dad5d8f74dff460601e2410 berikut kode kelasnya.
2). Guru menjelaskan maksud pembelajaran yaitu Mencari informasi tentang konsep wilayah, pembangunan, dan tata ruang melalui berbagai sumber/media khususnya jejaring yang bisa berinteraksi langsung dengan guru,
 
C. Langkah Penutup
Guru memberikan penilaian kepada kelompok-kelompok siswa yang melakukan interaksi di jejaring, baik mengisi kuis di quipper, membuat komentas di blog, FB grup WA Grup, maupun di channel youtube.
Siklus kedua menunggu refleksi siklus ke-1
 
3.4 Pembentukan Instrumen
Untuk mendapatkan data yang valid dan akurat dari siswa, guru / kolaborator meneliti menggunakan instrumen berupa :
a. Catatan yang meliputi “ Persiapan, pelaksanaan dan penelitian “
b. Lembar evaluasi
c. Lembar Observasi
d. Angket
 
3.5 Analisa Dan Refleksi
Data yang dicatat tiap langkah meliputi :
a. Data keikutsertaan
b. Data taggapan langsung siswa atas kuesioner
Data di atas dianalisis secara berkala setiap langkah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil yang sebenarnya berdasarkan tujuan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang hendak dicapai.
 
BAB IV
HASIL PENELITIAN
 
Untuk mejadikan Pembelajaran Distance Learning menjadi kegiatan yang interaktif dan terintegrasi menjadi sebuah kesatuan tuntutan ketuntasan guru harus sering mengingatkannya. Sekalipun pada kenyataannya mereka sudah sudah terbiasa bagi siswa Keas 12 IPS lSMA Negeri 1 Kota Sukabumi,
 
Pertemuan berikutnya (2 jam pelajaran)
1). Disajikan dan dijabarkan KD hingga siswa memahami akan apa yang akan dipelajari
2). Menginterpretasikan materi pelajaran yang akan dijabarkan.
3). Menjelaskan indikator
4). Memonitor seluruh url jejaring
6). Mendiagnose kesulitan siswa
7). Melakukan penilaian

Angket siswa terhadap pelajaran Geografi
ª Dberikan sebelum memulai pembelajaran.
Hasilnya : Kurang berminat
ª Observasi aktivitas guru dalam perencanaan sangat baik, sedangkan dalam pelaksanaan diperoleh hasil baik
ª Observasi minat siswa dalam belajar diperoleh hasil cukup baik.
 
Refleksi I
Disebabkan karena dalam melaksanakan tugasnya mengalami hambatan pengalaman kekurang berminatan pada hal-hal yang bersifat akademis, maka pada awalnya hasilnya kurang baik.

Refleksi II
Dari data observasi minat siswa diperoleh hasil baik, hal ini karena siswa sudah mulai terbebas dari praduga “tak menyenangkan” setelah melihat bebrapa tampilan menyenangkan yang relevan dengan indikator pembelajaran yang diselingi dengan jelajah pada tema geografi yang tak berhubungan langsung
 
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Jika pada siklus pertama belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan, karena siswa masih belum terpacu untuk menuntaskan penugasan,. Setelah mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari jelajah url., maka pada pelaksanaan siklus kedua ada perubahan yang sangat berarti ke arah yang sangat baik. Siswa sudah menunjukkan peningkatan minat dalam belajar Geografi.
Maka dapat disimpulkan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi dengan menggunkan pembelajaran Distance Learning ini dilaksanakan dalam 2 siklus itu signifikan memberikan perubahan yang cukup signifikan untuk peningkatan minat sisw dalam mempelajari Geografi. 
5.2 Saran
Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran yang berkaitan dengan usaha peningkatan minat belajar bagi siswa sebaiknya menerapkan pembelajaran Distance Learning melalui jejaring on line.












DAFTAR PUSTAKA
Suryabrata_Sumadi,Psikologi_Pendidikan, Rajawali_Press, Jakarta : 2010
https://ptkguru.wordpress.com/2008/05/19/penelitian-tindakan-kelas-ptk-upaya-meningkatkan-minat-belajar-geografi-melalui-model-pembelajaran-group-investigation-kelas-xi-ips-sma-muhammadiyah-ii-mojosari-mojokerto/
http://www.sarjanaku.com/2012/12/pengertian-minat-menurut-para-ahli.html
http://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/risetmhs/BAB214111720045.pdf
http://ridalatifah.blogs.uny.ac.id/2015/11/18/pengertian-belajar-dan-macam-macam-teori-belajar/


Sambutan Kepala Sekolah
...
Rachmat Mulyana,S.Pd, M.Hum
Selengkapnya
Link Banner
Profil Guru


Copyright © 2019. sman1sukabumi.sch.id Website engine's code CMS Balitbang versi 3.5. Tema Oleh gurukomline.com